MUARA TEWEH – Pelaksanaan pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Sabtu (26/9/2026) mendapat sambutan positif dari kalangan legislatif. Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dekranasda Barito Utara dalam ajang tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi industri kriya lokal di kancah nasional.
Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Nety Herawati, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi aktif jajaran pemerintah daerah dan Dekranasda Barito Utara yang terus berkomitmen memajukan potensi kerajinan daerah.
“Kami dari lembaga legislatif sangat mendukung dan mengapresiasi keikutsertaan Dekranasda serta jajaran Pemkab Barito Utara pada ajang Kriyanusa 2026 di Jakarta. Kegiatan skala nasional ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk mengenalkan kekayaan seni, budaya, serta hasil kerajinan khas Barito Utara ke tingkat yang lebih luas,” ujar Hj. Nety pada Selasa (29/09).
Menurutnya, partisipasi dalam pameran nasional seperti Kriyanusa tidak sekadar ajang promosi, melainkan sarana penting bagi para perajin dan dinas terkait untuk menyerap berbagai inovasi serta tren desain dari daerah lain di Indonesia.
“Melalui ajang ini, kita berharap para pelaku usaha dan perajin di Barito Utara mendapat inspirasi baru untuk terus meningkatkan mutu, daya saing, serta inovasi desain produknya. Potensi kriya kita sangat besar, tinggal bagaimana kita mendorong perluasan pasar dan peningkatannya secara berkelanjutan agar mampu menjawab selera pasar global, tambahnya.
Politisi Ketua Komisi I DPRD ini juga menekankan bahwa pengembangan sektor kerajinan tradisional memegang peranan krusial dalam memperkuat ekonomi keluarga serta pemberdayaan masyarakat lokal. Kerajinan berbasis kearifan lokal dinilai memiliki nilai tambah ekonomi yang tinggi jika dibina secara intensif dari hulu ke hilir.
DPRD Barito Utara berkomitmen akan terus bersinergi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dekranasda dalam hal penganggaran maupun regulasi. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan program pelatihan, pembinaan perajin, serta bantuan akses pemasaran dapat berjalan secara konsisten di seluruh kecamatan. (Bn)




