MUARA TEWEH – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Patih Herman AB, menyatakan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah diperpanjang menjadi enam hari dalam sepekan di sejumlah institusi pendidikan di area Kota Muara Teweh.
“Saya sangat menghargai pencapaian Dinas Pendidikan dalam mengawal inisiatif MBG ini. Penyediaan asupan bergizi setiap hari sekolah adalah bukti nyata perhatian kita terhadap generasi muda yang merupakan aset utama masa depan daerah,” ucap Patih Herman di Muara Teweh, Kamis. Anggota Fraksi Partai Demokrat ini menilai program MBG sebagai tindakan konkret pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan sekaligus kesehatan siswa.
Patih Herman menekankan bahwa program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar anak-anak, tetapi juga berperan penting dalam menciptakan proses belajar yang lebih maksimal. Hal ini karena para siswa mendapatkan gizi yang memadai untuk menunjang daya konsentrasi dan pertumbuhan fisik mereka.
“Anak-anak dengan kondisi kesehatan dan gizi yang prima tentu akan lebih siap secara fisik dan mental untuk menerima materi pelajaran. Ini merupakan investasi jangka panjang guna menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul,” tambah anggota Komisi I DPRD Barut ini.
Lebih lanjut, Patih berharap agar program ini terus dievaluasi dan diperluas cakupannya hingga mencapai wilayah pedalaman atau pelosok yang mungkin belum sepenuhnya terakses pada tahap awal. “Kami dari DPRD, khususnya Komisi I, akan mendukung penuh dari segi alokasi anggaran dan pengawasan. Harapannya, manfaat MBG tidak hanya dirasakan sekolah di perkotaan, tetapi juga menjangkau sekolah-sekolah di kecamatan yang jauh dari pusat kota,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi partisipasi pihak sekolah dan orang tua yang menyukseskan MBG sebagai cerminan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiludin A. Surapati, mengonfirmasi bahwa program MBG berjalan lancar dan telah berkembang dari lima menjadi enam hari di beberapa sekolah di Muara Teweh. Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung kebijakan Merdeka Belajar dan transformasi pendidikan di daerah.
Bn





