Muara Teweh – Pelaksanaan peletakan batu pertama atau ground breaking Jembatan Perintis Garuda pada Senin (6/4/2026) menjadi pijakan penting dalam mengakselerasi pembenahan infrastruktur serta pemerataan pembangunan di Kabupaten Barito Utara.
Anggota DPRD Barito Utara, Bina Husada, menegaskan bahwa ketersediaan fasilitas penghubung yang memadai tidak hanya menyatukan antarwilayah, melainkan menjadi pendorong utama roda ekonomi warga dan pembuka akses layanan publik.
“Agenda peletakan batu pertama kemarin menyimpan nilai yang sangat vital dan strategis. Langkah ini bukan seremonial belaka, melainkan bukti ikhtiar bersama dalam mempererat konektivitas daerah, terutama lokasi yang akses transportasinya masih terbatas,” ungkap Bina Husada di Muara Teweh, Selasa (7/4/2026).
Ia memaparkan bahwa keberadaan Jembatan Perintis Garuda diproyeksikan menjadi urat nadi mobilitas warga, mempermudah arus lalu lintas barang, serta memicu pertumbuhan titik-titik ekonomi anyar di sekitarnya. “Melalui jembatan ini, kita mendambakan tidak ada lagi pemukiman yang terisolasi, sehingga seluruh warga dapat menikmati hasil pembangunan secara merata,” lanjutnya.
Bina Husada turut mengapresiasi seluruh elemen yang mengawal proyek ini dari tahap perencanaan. Ia mengimbau pihak kontraktor agar senantiasa menjaga mutu mutu bangunan, menerapkan standar keselamatan kerja, dan merampungkan pengerjaan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Di akhir penyampaiannya, ia mengandalkan peran aktif warga untuk ikut mengawasi jalannya proyek agar berjalan lancar dan aman. “Pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata ikhtiar kita bersama demi menghadirkan kesejahteraan warga dan kemajuan Barito Utara yang kita cintai,” tutupnya.







