MUARA TEWEH – Persoalan peningkatan ekonomi masyarakat dan pengembangan keterampilan menjadi salah satu aspirasi utama yang mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Dapil Kalteng 4, Sirajul Rahman, S.Hut., M.I.Kom. Dalam menyerap aspirasi warga di Barito Utara, ia didampingi Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Jamilah, S.Sos., bertempat di RM Tarera Muara Teweh, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan reses tersebut menjadi wadah interaksi bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan serta tantangan yang dihadapi di lapangan. Selain penguatan sektor ekonomi, warga menyampaikan usulan terkait sektor pertambangan emas rakyat, sektor perkebunan, hingga mendesaknya kebutuhan pelatihan keterampilan produktif bagi kaum ibu.
“Perhatian terhadap kaum ibu sangat penting karena mereka memiliki peran besar dalam menopang perekonomian dan kesejahteraan keluarga. Kalau rumah tangganya hidup baik, sejahtera, dan ibu-ibunya mendapatkan perhatian dari pemerintah, saya yakin kesejahteraan, ketenteraman, kedamaian, dan kebahagiaan bagi kita bersama bisa diraih,” ujar Sirajul Rahman.
Ketua DPW PKS Kalimantan Tengah tersebut menilai bahwa pelatihan keterampilan seperti menjahit, kuliner, maupun pengelolaan hasil pertanian dapat menjadi modal awal bagi warga untuk menciptakan sumber pendapatan baru. Kendati demikian, ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga memikirkan strategi pemasaran agar produk usaha mikro memiliki pangsa pasar yang berkelanjutan.
“Kami selaku DPRD Kabupaten Barito Utara akan selalu bersinergi dengan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah,” tegas Anggota DPRD Barito Utara, Jamilah, S.Sos., saat menyambut positif kolaborasi penyerapan aspirasi tersebut.
Jamilah berharap sinergitas antara legislatif tingkat kabupaten dan provinsi dapat mengawal aspirasi warga agar masuk dalam skala prioritas pembangunan pemerintah daerah. Langkah koordinatif ini dinilai sangat penting agar program peningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat terakomodasi secara merata, baik melalui APBD kabupaten maupun provinsi.
Mengakhiri kegiatan reses, seluruh masukan yang telah dihimpun dipastikan akan dirumuskan menjadi laporan resmi untuk diperjuangkan dalam agenda pembahasan anggaran. Perhatian yang berkesinambungan terhadap pelaku usaha kecil serta pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif di Kabupaten Barito Utara. (Bn)

