Muara Teweh – Pelaksanaan Pasar Mini sebagai bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5L) di SMP Negeri 1 Muara Teweh baru-baru ini mendapat sambutan positif dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Barito Utara, Wardatun Nur Jamilah, memuji langkah sekolah yang mengangkat tema pangan lokal sehat tanpa bahan tambahan sintetis sebagai sarana edukasi bagi para siswa.
Kegiatan yang melibatkan siswa kelas VII hingga IX ini memfokuskan pada pengolahan hasil bumi daerah seperti jagung, singkong, dan pisang. Wardatun memandang agenda ini bukan sekadar bazar sekolah, melainkan sebuah metode pembelajaran inovatif yang secara cerdas mengawinkan pemahaman mengenai gaya hidup sehat dengan pengenalan dunia bisnis kepada remaja sejak bangku sekolah.
“Lembaga legislatif sangat menghargai kreativitas SMPN 1 Muara Teweh dalam menyelenggarakan proyek P5L ini. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya terpaku pada materi di kelas, melainkan terjun langsung merasakan proses berbisnis dari tahap pembuatan hingga pemasaran, yang sangat efektif dalam memupuk mentalitas mandiri serta jiwa kepemimpinan,” ungkap Wardatun Nur Jamilah.
Ia menekankan bahwa pemahaman mengenai bahaya zat tambahan pada makanan sangat krusial bagi generasi muda di masa kini. Menurutnya, dengan membiasakan siswa mengolah hasil pertanian lokal, sekolah telah berhasil menanamkan rasa bangga terhadap kekayaan daerah sekaligus membentengi kesehatan peserta didik dari jajanan yang tidak sehat.
“Melalui ajang ini, anak didik kita dibekali kesadaran untuk lebih selektif dalam memilih konsumsi harian serta diajak untuk lebih menghargai potensi agraris wilayah sendiri. Langkah ini sangat sinkron dengan misi kita dalam mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan memiliki kecintaan tinggi pada produk lokal,” tambahnya.
Wardatun juga melihat Pasar Mini tersebut sebagai laboratorium sosial yang melatih kemampuan komunikasi, kolaborasi kelompok, hingga dasar-dasar manajemen keuangan. Ia berharap praktik baik ini dapat menular ke sekolah-sekolah lain di Barito Utara, mengingat pentingnya membekali siswa dengan keterampilan hidup (life skills) dan karakter yang kuat demi masa depan pendidikan daerah yang lebih berkualitas.
bn






