Muara Teweh – Politisi dari Partai Demokrat yang menjabat sebagai anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, menegaskan bahwa sangat vital untuk memposisikan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) sebagai fondasi utama dalam melindungi remaja dari penyimpangan sosial dan dampak negatif yang dibawa oleh perkembangan teknologi digital. Penegasan ini ia sampaikan ketika menghadiri kegiatan Pawai Ta’aruf MTQH yang berlangsung semarak di Barito Utara (20/10/2025).
Acara pawai yang diselenggarakan dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat tersebut menandai permulaan dari serangkaian agenda keagamaan di tingkat kabupaten. Patih Herman, yang juga merupakan Ketua Kafilah untuk Kecamatan Teweh Tengah, menyatakan bahwa: “MTQH jauh melampaui sekadar ritual keagamaan. Ini merupakan suatu inisiatif etis yang wajib diperkukuh supaya anak-anak kita memiliki modal dasar berupa keimanan, budi pekerti, dan pemahaman agama di tengah derasnya arus kultur digital.”
Ia mengemukakan pandangannya bahwa penguatan sisi rohani melalui berbagai aktivitas keagamaan, seperti MTQH, berdaya guna dalam menempa kepribadian para santri dan pelajar. Tujuannya adalah untuk menghindarkan mereka dari ketergantungan pada permainan daring (game online), perilaku pergaulan yang tidak sehat, dan bentuk-bentuk penyimpangan sosial yang lain.
“Pembinaan spiritual seperti ini sangat efektif untuk membentengi mereka. Ketika hati dan pikiran mereka dipenuhi nilai-nilai agama, mereka akan lebih kuat menghadapi godaan negatif yang muncul dari perkembangan zaman,” jelasnya.
“MTQH harus dijadikan pilihan kegiatan yang konstruktif dan menanamkan kaidah-kaidah Qur’ani sejak usia dini. Ini adalah metode nyata yang kita gunakan untuk mengamankan prospek masa depan generasi penerus,” tutupnya.
Bn






